Sunday, 11 June 2017

CONTOH MAKALAH PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DAN BERNEGARA

Berikut ini kami berikan contoh Makalah yang barang untuk bapak/ibu guru yang mungkin sedang menyelesaian kuliah baik kulaih lanjutan (S2) atau kuliah baru awal masuk di semester pertam. Yang mana kami updat contoh makalah ini bertemakan tentang "Pancaila Sebagai Paradigma Dalam Kehidupan Masyarakat dan Bernegara". Atau bisa juga digunakan oleh para pelajar tingkat SMA/MA yang memiliki tugas untuk membuat makalah yang sesuai dengan materi tan tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru di sekolahnya.

CONTOH MAKALAH PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DAN BERNEGARA

Silahkan langsung saja untuk melihat dan menyalin dari contoh makalah yang ada di web kami ini sebagai satu contoh bahan rujuakan saja.


PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DAN BERNEGARA
Oleh

KELOMPOK 9 :

ARI
AAN
ARIZ
IMAN

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
 BEKASI
2015/2016

KATA PENGANTAR
            Dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila terdapat bab tentang Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Kami menyusun makalah ini untuk menambah referensi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila khususnya tentang Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
Disini kami mencantumkan latar belakang, rumusan masalah, tujuan, sejarah, dan pembahasan tentang Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Berbangsa dan Bernegara untuk menjadi bahan diskusi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada makalah ini. Kami menyusun makalah ini tidak lepas dari referensi buku Pendidikan Pancasila, website di internet, dan penjelasan dari pengajar kami.
            Dalam penyusunan makalah ini tentu masih terdapat kekurangan. Kami menerima kritikan atau saran dari pembaca. Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada semua pihak yang membantu menyusun makalah ini.
Bekasi, Oktober 2015
                     Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
            Perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah pesat, sejalan dengan kemajuan jaman, begitu pula dengan cara berpikir masyarakat yang cenderung menyukai hal-hal yang dinamis. Semakin banyak penemuan-penemuan atau penelitian yang dilakukan oleh manusia, tidak menutup kemungkinan adanya kelemahan-kelemahan didalamnya, maka dari itu dari apa yang telah diciptakan atau diperoleh dari penelitian tersebut ada baiknya berdasar pada nilai-nilai yang menjadi tolak ukur kesetaraan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Yaitu sila pancasila.
Dengan berpedoman pada nilai-nilai pancasila, apapun yang diperoleh manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan akan sangat bermanfaat untuk mencapai tujuan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara indonesia guna melaksanakan pembangunan nasional, reformasi, dan pendidikan pada khususnya.
B. RUMUSAN MASALAH
1.  Apa yang dimaksud dengan paradigma?
2.  Bagaimana peranan pancasila sebagai paradigma pembangunan?
C. TUJUAN
1.      Mengetahui arti dari paradigma.
2.      Mengetahui peranan pancasila sebagai paradigma pembangunan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PARADIGMA
Istilah paradigma pada awalnya berkembang dalam filsafat ilmu pengetahuan. Secara terminologis tokoh yang mengembangkan istilah tersebut dalam dunia ilmu pengetahuan adalah Thomas S. Khun dalam bukunya yang berjudul “The Structure Of Scientific Revolution”, paradigma adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum, metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.
Dalam ilmu-ilmu sosial manakala suatu teori yang didasarkan pada suatu hasil penelitian ilmiah yang mendasarkan pada metode kuantitatif yang mengkaji manusia dan masyarakat berdasarkan pada sifat-sifat yang parsial, terukur, korelatif dan positivistik, maka hasil dari ilmu pengetahuan tersebut secara epistemologis hanya mengkaji satu aspek saja dari obyek ilmu pengetahuan yaitu manusia.
Dalam masalah yang populer istilah paradigma berkembang menjadi terminologi yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai, kerangka pikir, orientasi dasar, sumber asas serta tujuan dari suatu perkembangan, perubahan serta proses dari suatu bidang tertentu termasuk dalam bidang pembangunan, reformasi maupun dalam pendidikan.
B. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN
Tujuan negara yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut “Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia” hal ini merupakan tujuan negara hukum formal, adapun rumusan “Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa” hal ini merupakan tujuan negara hukum material, yang secara keseluruhan sebagai tujuan khusus atau nasional. Adapun tujuan umum atau internasional adalah “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.
Secara filosofis hakikat kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung suatu konsekuensi bahwa dalam segala aspek pembangunan nasional kita harus mendasarkan pada hakikat nilai-nilai Pancasila. Karena nilai-nilai Pancasila mendasarkan diri pada dasar ontologis manusia sebagai subyek pendukung Pancasila sekaligus sebagai subyek pendukung negara. Unsur-unsur hakikat manusia “monopluralis” meliputi susunan kodrat manusia, terdiri rokhani (jiwa) dan jasmani (raga), sifat kodrat manusia terdiri makhluk individu dan makhluk sosial serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional harus mmperlihatkan konsep berikut ini :
1.      Pancasila harus menjadi kerangka kognitif dalam identifikasi diri sebagai bangsa
2.      Pancasila sebagai landasan pembangunan nasional
3.      Pancasila merupakan arah pembangunan nasional
4.       Pancasila merupakan etos pembangunan nasional
5.      Pancasila merupakan moral pembangunan
Masyarakat Indonesia yang sedang mengalami perkembangan yang amat pesat karenadampak pembangunan nasional maupun rangsangan globalisasi, memerlukan pedomanbersama dalam menanggapi tantangan demi keutuhan bangsa. Oleh sebab itu pembangunan nasional harus dapat memperlihatkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.      Hormat terhadap keyakinan religius setiap orang
2.      Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subjek (manusia seutuhnya)
Sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia maka pembangunan nasional harus meliputi aspek jiwa, seperti akal, rasa dan kehendak, raga (jasmani), pribadi, sosial dan aspek ketuhanan yang terkristalisasi dalam nilai-nilai pancasila. Selanjutnya dijabarkan dalam berbagai bidang pembangunan antara lain politik, ekonomi, hukum, pendidikan, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bidang kehidupan agama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hakikatnya Pancasila sebagai paradigma pembangunan mengandung arti atas segala aspek pembangunan yang harus mencerminkan nilai-nilai pancasila.
1. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik
Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik bukan sekadar objek politik. Pancasila bertolak dari kodrat manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat. Kekuasaan adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter.
Berdasar hal itu, sistem politik Indonesia harus dikembangkan atas asas kerakyatan (sila IV Pancasila). Pengembangan selanjutnya adalah sistem politik didasarkan pada asas-asas moral daripada sila-sila pada pancasila. Oleh karena itu, secara berturut-turut sistem politik Indonesia dikembangkan atas moral ketuhanan, moral kemanusiaan, moral persatuan, moral kerakyatan, dan moral keadilan. Perilaku politik, baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut sehingga menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral.
Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial politik diartikan bahwa Pancasila bersifat sosial-politik bangsa dalam cita-cita bersama yang ingin diwujudkan dengan menggunakan nilai-nilai dalam Pancasila. Pemahaman untuk implementasinya dapat dilihat secara berurutan-terbalik:
a.       Penerapan dan pelaksanaan keadilan sosial mencakup keadilan politik, budaya, agama, dan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari;
b.      Mementingkan kepentingan rakyat (demokrasi) bilamana dalam pengambilan keputusan;
c.       Melaksanakan keadilan sosial dan penentuan prioritas kerakyatan berdasarkan konsep mempertahankan persatuan;
d.      Dalam pencapaian tujuan keadilan menggunakan pendekatan kemanusiaan yang adil dan beradab;
e.       Tidak dapat tidak; nilai-nilai keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan kemanusiaan (keadilan-keberadaban) tersebut bersumber pada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
Di era globalisasi informasi seperti sekarang ini, implementasi tersebut perlu direkonstruksi kedalam pewujudan masyarakat-warga (civil society) yang mencakup masyarakat tradisional (berbagai asal etnik, agama, dan golongan), masyarakat industrial, dan masyarakat purna industrial. Dengan demikian, nilai-nilai sosial politik yang dijadikan moral baru masyarakat informasi adalah:
a.       nilai toleransi;
b.      nilai transparansi hukum dan kelembagaan;
c.       nilai kejujuran dan komitmen (tindakan sesuai dengan kata);
d.      bermoral berdasarkan konsensus (Fukuyama dalam Astrid: 2000:3).
2. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi
Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. Secara khusus, sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I Pancasila) dan kemanusiaan (sila II Pancasila). Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dan humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia, baik selaku makhluk individu, sosial, makhluk pribadi maupun makhluk Tuhan.
Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan individu-individu tanpa perhatian pada manusia lain. Sistem ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu.
Pancasila bertolak dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek. Oleh karena itu, sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pembangunan ekonomi yang bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. Sistem ekonomi Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai moral kemanusiaan. Pembangunan ekonomi harus mampu menghindarkan diri dari bentuk-bentuk persaingan bebas, monopoli dan bentuk lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan, ketidakadilan, penderitaan, dan kesengsaraan warga negara.
Pancasila sebagai paradigma pengembangan ekonomi lebih mengacu pada Sila Keempat Pancasila; sementara pengembangan ekonomi lebih mengacu pada pembangunan Sistem Ekonomi Indonesia. Dengan demikian subjudul ini menunjuk pada pembangunan Ekonomi Kerakyatan atau pembangunan Demokrasi Ekonomi atau pembangunan Sistem Ekonomi Indonesia atau Sistem Ekonomi Pancasila.
Dalam Ekonomi Kerakyatan, politik/kebijakan ekonomi harus untuk sebesarbesar kemakmuran/kesejahteraan rakyat—yang harus mampu mewujudkan perekonomian nasional yang lebih berkeadilan bagi seluruh warga masyarakat (tidak lagi yang seperti selama Orde Baru yang telah berpihak pada ekonomi besar/konglomerat). Politik Ekonomi Kerakyatan yang lebih memberikan kesempatan, dukungan, dan pengembangan ekonomi rakyat yang mencakup koperasi, usaha kecil, dan usaha menengah sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional.
Oleh sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan ini ialah koperasi. Ekonomi Kerakyatan akan mampu mengembangkan program-program kongkrit pemerintah daerah di era otonomi daerah yang lebih mandiri dan lebih mampu mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan daerah.
Dengan demikian, Ekonomi Kerakyatan akan mampu memberdayakan daerah/rakyat dalam berekonomi, sehingga lebih adil, demokratis, transparan, dan partisipatif. Dalam Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Pusat (Negara) yang demokratis berperanan memaksakan pematuhan peraturan-peraturan yang bersifat melindungi warga atau meningkatkan kepastian hukum.
3. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya
Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh karena itu, pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia, yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab. Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia-manusia biadab, kejam, brutal dan bersifat anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab.
Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik, tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaannya. Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo menjadi human. Berdasar sila persatuan Indonesia, pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam di seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa.
Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa. Dengan demikian, pembangunan sosial budaya tidak menciptakan kesenjangan, kecemburuan, diskriminasi, dan ketidakadilan sosial. Paradigma-baru dalam pembangunan nasional berupa paradigma pembangunan berkelanjutan, yang dalam perencanaan dan pelaksanaannya perlu diselenggarakan dengan menghormati hak budaya komuniti-komuniti yang terlibat, di samping hak negara untuk mengatur kehidupan berbangsa dan hak asasi individu secara berimbang (Sila Kedua).
Hak budaya komuniti dapat sebagai perantara/penghubung/penengah antara hak negara dan hak asasi individu. Paradigma ini dapat mengatasi sistem perencanaan yang sentralistik dan yang mengabaikan kemajemukan masyarakat dan keanekaragaman kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, era otonomi daerah tidak akan mengarah pada otonomi suku bangsa tetapi justru akan memadukan pembangunan lokal/daerah dengan pembangunan regional dan pembangunan nasional (Sila Keempat), sehingga ia akan menjamin keseimbangan dan kemerataan (Sila Kelima) dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang akan sanggup menegakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI (Sila Ketiga).
Apabila dicermati, sesungguhnya nilai-nilai Pancasila itu memenuhi kriteria sebagai puncak-puncak kebudayaan, sebagai kerangka-acuan-bersama, bagi kebudayaan – kebudayaan di daerah:
a.       Sila Pertama, menunjukan tidak satu pun sukubangsa ataupun golongan sosial dan komuniti setempat di Indonesia yang tidak mengenal kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
b.      Sila Kedua, merupakan nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh segenap warganegara Indonesia tanpa membedakan asal-usul kesukubangsaan, kedaerahan, maupun golongannya;
c.       Sila Ketiga, mencerminkan nilai budaya yang menjadi kebulatan tekad masyarakat majemuk di kepulauan nusantara untuk mempersatukan diri sebagai satu bangsa yang berdaulat;
d.      Sila Keempat, merupakan nilai budaya yang luas persebarannya di kalangan masyarakat majemuk Indonesia untuk melakukan kesepakatan melalui musyawarah. Sila ini sangat relevan untuk mengendalikan nilai-nilai budaya yang mendahulukan kepentingan perorangan;
e.       Sila Kelima, betapa nilai-nilai keadilan sosial itu menjadi landasan yang membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikutserta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
4. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Hukum
Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Hal ini mengandung makna bahwa tugas dan tanggung jawab tidak hanya oleh penyelenggara negara saja, tetapi juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. Atas dasar tersebut, sistem pertahanan dan keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa. Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata).
Sistem pertahanan yang bersifat semesta melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Penyelenggaraan sistem pertahanan semesta didasarkan pada kesadaran atashak dan kewajiban warga negara, serta keyakinan pada kekuatan sendiri.
Sistem ini pada dasarnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila, di mana pemerintahan dari rakyat (individu) memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam masalah pertahanan negara dan bela negara. Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan keamanan telah diterima bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU No. 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara.
Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dengan ditetapkannya UUD 1945, NKRI telah memiliki sebuah konstitusi, yang di dalamnya terdapat pengaturan tiga kelompok materi-muatan konstitusi, yaitu:
a.       adanya perlindungan terhadap HAM,
b.      adanya susunan ketatanegaraan negara yang mendasar, dan
c.       adanya pembagian dan pembatasan tugas-tugas ketatanegaraan yang juga mendasar.Sesuai dengan UUD 1945, yang di dalamnya terdapat rumusan Pancasila, Pembukaan UUD 1945 merupakan bagian dari UUD 1945 atau merupakan bagian dari hukum positif. Dalam kedudukan yang demikian, ia mengandung segi positif dan segi negatif. Segi positifnya, Pancasila dapat dipaksakan berlakunya (oleh negara); segi negatifnya, Pembukaan dapat diubah oleh MPR—sesuai dengan ketentuan Pasal 37 UUD 1945.
Hukum tertulis seperti UUD—termasuk perubahannya—, demikian juga UU dan peraturan perundang-undangan lainnya, harus mengacu pada dasar negara (sila – sila Pancasila dasar negara).
Dalam kaitannya dengan ‘Pancasila sebagai paradigma pengembangunan hukum’, hukum (baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis) yang akan dibentuk tidak dapat dan tidak boleh bertentangan dengan sila-sila:
(1)   Ketuhanan Yang Maha Esa,
(2)   Kemanusiaan yang adil dan beradab,
(3)   Persatuan Indonesia,
(4)   Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,
(5)   Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan demikian, substansi hukum yang dikembangkan harus merupakan perwujudan atau penjabaran sila-sila yang terkandung dalam Pancasila. Artinya, substansi produk hukum merupakan karakter produk hukum responsif (untuk kepentingan rakyat dan merupakan perwujuan aspirasi rakyat).
5. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Umat Beragama  Bangsa
Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Umat Beragama Bangsa Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang ramah dan santun, bahkan predikat ini menjadi cermin kepribadian bangsa kita di mata dunia internasional. Indonesia adalah Negara yang majemuk, bhinneka dan plural. Indonesia terdiri dari beberapa suku, etnis, bahasa dan agama namun terjalin kerja bersama guna meraih dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia kita.
Namun akhir-akhir ini keramahan kita mulai dipertanyakan oleh banyak kalangan karena ada beberapa kasus kekerasana yang bernuansa Agama. Ketika bicara peristiwa yang terjadi di Indonesia hampir pasti semuanya melibatkan umat muslim, hal ini karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Masyarakat muslim di Indonesia memang terdapat beberapa aliran yang tidak terkoordinir, sehingga apapun yang diperbuat oleh umat Islam menurut sebagian umat non muslim mereka seakan-seakan merefresentasikan umat muslim.
Paradigma toleransi antar umat beragama guna terciptanya kerukunan umat beragama perspektif Piagam Madinah pada intinya adalah seperti berikut:
(1)   Semua umat Islam, meskipun terdiri dari banyak suku merupakan satu komunitas (ummatan wahidah)
(2)   Hubungan antara sesama anggota komunitas Islam dan antara komunitas Islam dan komunitas lain didasarkan atas prinsip-prinsi:
a.       Bertentangga yang baik
b.      Saling membantu dalam menghadapi musuh bersama
c.       Membela mereka yang teraniaya
d.      Saling menasehati
e.       Menghormati kebebasan beragama.
Lima prinsip tersebut mengisyaratkan:
(1)   Persamaan hak dan kewajiban antara sesama warga negara tanpa diskriminasi yang didasarkan atas suku dan agama;
(2)   pemupukan semangat persahabatan dan saling berkonsultasi dalam menyelesaikan masalah bersama serta saling membantu dalam menghadapi musuh bersama. Dalam “Analisis dan Interpretasi Sosiologis dari Agama” (Ronald Robertson, ed.) misalnya, mengatakan bahwa hubungan agama dan politik muncul sebagai masalah, hanya pada bangsa-bangsa yang memiliki heterogenitas di bidang agama.
Hal ini didasarkan pada postulat bahwa homogenitas agama merupakan kondisi kesetabilan politik. Sebab bila kepercayaan yang berlawanan bicara mengenai nilai-nilai tertinggi (ultimate value) dan masuk ke arena politik, maka pertikaian akan mulai dan semakin jauh dari kompromi.
Dalam beberapa tahap dan kesempatan masyarakat Indonesia yang sejak semula bercirikan majemuk banyak kita temukan upaya masyarakat yang mencoba untuk membina kerunan antar masayarakat. Lahirnya lembaga-lembaga kehidupan sosial budaya seperti “Pela” di Maluku, “Mapalus” di Sulawesi Utara, “Rumah Bentang” di Kalimantan Tengah dan “Marga” di Tapanuli, Sumatera Utara, merupakan bukti-bukti kerukunan umat beragama dalam masyarakat.
Ke depan, guna memperkokoh kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia yang saat ini sedang diuji kiranya perlu membangun dialog horizontal dan dialog Vertikal. Dialog Horizontal adalah interaksi antar manusia yang dilandasi dialog untuk mencapai saling pengertian, pengakuan akan eksistensi manusia, dan pengakuan akan sifat dasar manusia yang indeterminis dan interdependen.
Identitas indeterminis adalah sikap dasar manusia yang menyebutkan bahwa posisi manusia berada pada kemanusiaannya. Artinya, posisi manusia yang bukan sebagai benda mekanik, melainkan sebagai manusia yang berkal budi, yang kreatif, yang berbudaya.
6.      Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan IPTEK
Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabatnya maka manusia mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). IPTEK pada hakikatnya merupakan suatu hasil kreatifitas rohani manusia.Unsur jiwa (rohani) manusia meliputi akal, rasa dan kehendak. Akal merupakan potensi rohaniah manusia yang berhubungan dengan intelektualitas, rasa merupakan hubungan dalam bidang estetis dan kehendak berhubungan dengan bidang moral (etika).
Atas dasar kreatifitas akalnya itulah maka manusia mengembangkan IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang disediakan oleh Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu tujuan yang esensial dari IPTEK adalah semata-mata untuk kesejahteraan umat manusia. Dalam masalah ini pancasila telah memberikan dasar-dasar nilai bagi pengembangan IPTEK demi kesejahteraan hidup manusia. Pengembangan IPTEK sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab dari sila-sila yang tercantum dalam pancasila.
Pancasila yang sila-silanya merupakan suatu kesatuan yang sistematis haruslah menjadi sistemetika dalam pengembangan IPTEK. 
a.      Sila ketuhanaan yang Maha Esa.
Sila ini mengklomentasikan ilmu pengetahuan, menciptakan sesuatu  berasarkan pertimbangan antara rasional dan irasional, antara akal, rasa dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksudnya dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Sila ini menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagai pusatnya melainkan sebagai bagian yang sistematik dari alam yang diolahnya(T.Jacob, 1986).
Contoh perkembangan IPTEK dari sila ketuhanan yang maha esa adalah ditemukannya  teknologi transfer inti selatau yang dikenal dengan teknologi kloning yang dalam perkembangannyapun masih menuai kotroversi. Persoalannya adalah terkait dengan adanya “intervensipenciptaan” yang semestinya dilakukan oleh Tuhan YME. Bagi yang beragama muslim, pada surat An-naazi’aat ayat 11-14 diisyaratkan adannya suatu perkembangan teknologi dalam kehidupan manusia yang mengarahkan pada kehidupan kembali dari tulang belulang. “apakah (akandibangkitkanjuga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?”, mereka berkata “kalau demikian itu adalah suatu pengembalian yang merugikan”. Sesungguhnya pengembalian itu hanya satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi”.
b.      Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK haruslah bersifat beradab. IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu pengembangan IPTEK harus didasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahteraan manusia. IPTEK bukan untuk kesombongan, kecongkakan dan keserakahan manusia namun harus diabdikan demi peningkatan harkat dan martabat manusia. 
c.       Sila persatuan indonesia
Mengklomentasikan universal dan internasionalisme (kemanusiaan) dari sila-sila lain. Pengembangan IPTEK diarahkan demi kesejahteraan umat manusia termasuk di dalamnya kesejahteraan bangsa Indonesia. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia.
Contohnya seperti lima  website yang telah mempermudah gerakan revolusi di abad 21 ini. Ada Wikileaks, Facebook, Twitter, Blog,  dan Video Sharing. Terkait dengan sila persatuan Indonesia GERAKAN 100% CINTA INDONESIA dan Gerakan 1000000 facebookers Dukung tetap bayar pajak adalah bentuk dari sekian banyaknya gerakan-gerakan social network yang menpersatukan pemikiran bangsa Indonesia. 
d.      Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Artinya mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Artinya setiap orang haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK. Selain itu dalam pengembangan IPTEK setiap orang juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap terbuka. Artinya terbuka untuk dikritik, dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori-teori lainnya.
Contoh dalam kasus ini adalah ketika santer beredar kabar mengenai akan dibangunnya reaktor nuklir di Indonesia. Beramai-ramai seluru haliansi dari berbagi daerah memberikan pernyataan pro atau kontranya mereka terhadap rencana pembangunan ini. Bahkan melalui jejaring sosial facebook muncul gerakan TOLAK PEMBANGUNAN REAKTOR NUKLIR di INDONESIA. Hal seperti inilah yang seharusnya menjadi bahan permusyawarahan  bagi para elit politik beserta rakyatnya sehingga mencapai suatu kebijakan yang bijaksana demi kemaslahatan bangsa Indonesia sendiri. 
e.       Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Contoh dari sila kelima ini adalah ditemukannya varietas bibitunggul padi Cilosari dari teknik radiasi. Penemuan ini adalah hasil buah karya anak bangsa. Diharapkan dalam perkembangan swasembada pangan ini nantinya akan mensejahterakan rakyat Indonesia dan memberikan rasa keadilan setelah ditingkatkannya jumlah produksi sehingga pada perjalanannya rakyat dari berbagai golongan dapat menikmati beras berkualitas dengan harga yang terjangkau.



BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari semua penjabaran tentang Pancasila Sebagai Paradigma Dalam Kehidupan Bermasyarakat Dan Bernegara di atas maka kami dari kelompok 9 dapat menyimpulkan bahwa:
A. Paradigma adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum, metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.
B. Pancasila juga sangat berpengaruh di bidang pembangunan seperti:
      1. Di bidang pembangunan Politik
      2. Di bidang pembangunan Ekonomi
      3. Di bidang pembangunan Budaya
      4. Di bidang pembangunan Hukum
      5. Di bidang pembangunan Kehidupan Umat Beragama Bangsa
      6. Di bidang pembangunan IPTEK
B. SARAN
Pancasila memiliki peranan penting bagi kehidupan kita dalam bermasyarakat dan bernegara, oleh karena itu sudah seharusnya kita sebagai warga Negara Republik Indonesia berpegang teguh pada nilai-nilai yang terkandum dalam pancasila.

DAFTAR PUSTAKA
Calam, Ahmad dan Sobirin. 2008. Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara. SAINTIKOM.
Purnamasari, Nur Asmita. 2012. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan IPTEK.
Semoga bermanfaat selamat kebekerja....!!
Baca selengkapnya

Hitung Angka Kredit Dengan Excel Otomatis Guru PNS

Galeri Guru - Hitung Angka Kredit Dengan Excel Otomatis | Siapa yang tidak ingin menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang memang dari tahun ketahun selalu di buru oleh guru dari berbagai lulusan S1 untuk mencari keberutungan dengan menjadi Peserta/calon PNS. Akan tetap tidak semudah apa yang kita pikirkan untuk menjadi seorang Calon saja Susah apa lagi sampai terpanggil untuk mengikuti selesi masuk mengikuti Tes. 

Dari persoalan di Atas menjadi Calon PNS atau pun sudah menjadi PNS namun kadang kala masih saja tidak ada yang merasa puas dengan pangkat dan gologan yang sudah di miliki dan ingin naik pangkat gologan lain masuk (Naik) Ke pangkat yang lebih tinggi lagi. Upssss...!!! tau tidak, bahwa untuk naik pangkat dan golongan saja tidak mudah, dan harus melalui beberapa tahap yang harus di lalui oleh seorang guru PNS. 

Dan salah satu contoh yang paling nyata adalah dengan mengajukan penetapan angka kredit untuk naik pangkat dan gologan berdasarkan kriteria yang akan di tempu berdasarkan ketetapan dan kebijakan pemeritah kabupaten/Kota bahkan dari pemeritah pusat. 

Tapi, kami tidak akan membahas lebih panjang tentang proses pengajuan angka kredit untuk naik jabatan dalam pangkat PNS, Namun kami di sini hanya akan menginformasikan bahwa untuk melakukan hitung Angka kredit bagi guru pns, tidak seperti dahulu menggunakan secara manual, akan tetap, pada jaman sekarang sudah ada layanan yang mampu memberikan kemudahan untuk hitung angka kredit tersebut, yaitu dengan aplikasi excel atau di kenal dengan Microsoft Excel.

Karena kami di sini untuk memberikan kemudahan bagi rekan guru dimanapun berada, bahwa untuk melaksanakan perhitungan angka kredit ini, bisa menggunakan aplikasi excel yang mana aplikasi excel ini sudah di sesuaikan dengan Permenegpan Dan RB pada tahun 2015. Permenegpan Dan RB pada tahun 2015 yang termasuk kategori untuk melaksanakan hitung angka kredit ini harus berdasarkan bukti-bukit fisik yaitu;
  • Unsur Utama (Min.90)
  • Pendidikan
  • PKB
  • Pengembangan Diri
  • Karya Ilmiyah (inovatif)
  • Unsur Penunjang (Max.10%)
  • Ijazah tambahan, Tanda Jasa
Dari sekian berkas yang harus di kumpulkan untuk pengajuan angka kredit setidaknya yang kami sebutkan di atas setidak ada dalam file aplikasi excel ini.

Bagan/Alur pengajuan Angka Kredit

Hitung Angka Kredit Dengan Excel Otomatis Guru PNS - Galeri Guru
Nah....yang berminat untuk menggunakan aplikasi hitung angka kredit sebagai penetapan perhitungan angka kredit sebagai pengajuan untuk naik pangkat seseuai dengan gologan dan pangkat PNS yang bapak/ibu miliki, maka dengan aplikasi angka kredit otomatis ini lebih cepat dan efektif dari pada harus dengan cara manual.

Berikut link untuk mendownload aplikasinya.
Hitung Angka Kredit Dengan Excel Otomatis

Terimakasih dan semoga bermanfaat untuk rekan guru yang akan melaksanakan hitung angka kredit setiap empat tahun sekali atau tepatnya lima tahun sekali dalam pelaksanaan untuk naik pangkat dan golongan PNS, dan harapan kami dengan adanya file ini dapat menjadikan bahan acuan kedepannya untuk menghitung angka kredit penetapan pangkat atau golongan.
Baca selengkapnya

Aplikasi Excel Untuk Membuat Administrasi Dana Bantuan BOS Bulanan

Arsip Sekolah : Aplikasi Excel Untuk Membuat Administrasi Dana Bantuan BOS Bulanan__Selamat datang semuanya, Pekerjaan sebagai guru memang tidak akan pernah ada habisnya dan tidak akan pernah menemukai selesainya pekerjaan itu. Tapi pekerjaan itu akan trus datang silih berganti dengan bentuk yang sama dan isi berbeda.

Lalu bagaimana, setiap pekerjaan agar tidak menumpuk dan sewatu-waktu bisa di lanjutkan? Pada masa kini sudah banyak orang yang memberikan beberapa kemudahan untuk pekerjaan sebagai guru, mulai dari pekerjaan agenda laporan bos, agenda membuat modul,bahkan lembaran data nilai siswapun sudah banyak yang membagikan.

Tampilan ini pada saat di buka di offce 2007
Aplikasi Excel Untuk Membuat Administrasi Dana Bantuan BOS Bulanan

Tampilan ini pada saat di buka pada Office 2013
Aplikasi Excel Untuk Membuat Administrasi Dana Bantuan BOS Bulanan

Mungkin salah satu yang saya bagikan ini merupakan aplikasi yang sudah tidak asing lagi dan sudah banyak yang memakai dan memperaktekan kepekrajaanya. Aplikasi ini saya dapatkan dari seorang guru merangkap ngajar dan juga sebagai operator sekolah, dia adalah ibu Nur Hayati.

Cukup terkenal seorang Ibu rumah tangga yang kesehariannya mengurus keluarga ini dapat membagi waktu untuk memberikan dan membagikan informasi di dunia maya dan juga beberapa aplikasi pendidikan melalui blognya. silahkan bagi yang ingin melihat blog Ibu Nurhayati bisa klik di sini Nurhayati

Nah...pada saat ini saya mau memberikan aplikasi yang sudah tak asing lagi, di mana aplikasi ini sebagai alternatif atau referensi dana bos sebagai bentuk bantuan dari pemerintah. Maka tiap bulannya harus ada catatan dari penggunaan dana bos itu tiap bulan.

Untuk mempermudah dalam penggunannya maka tiap bulan harus ada catatan yang akurat, agar pada saat pelaporan baik pelaporan tingkat kabupaten atau tingkat provisi, dengan mudah kita tinggal menyalin saja dari data yang sudah ada.

Silahkan bagi yang berminat dari aplikasi ini langsung undug saja di sini, saya mencoba bagi menjadi 2 versi antara office 2007 dan office 2013, agar tidak mengalami eror pada saat mengedit data dari aplikasi ini.

Unduh Aplikasi Administrasi bulanan BOS : 

Aplikasi Office 2013 __ Download
Aplikasi Office 2007 __ Download

Sekian dan terimakasih semga bermanfaat untuk kita semua._salam pendidikan indonesia
Baca selengkapnya

Cara Mengatur Perangkat Komputer Dengan Baik Dan Benar

Cara Mengatur Perangkat Komputer Dengan Baik Dan Benar - Pada dasarnya Komputer dapat kita istilahkan dengan kumpulan beberapa perangkat keras, perangkat lunak dan peralatan lainnya yang saling terhubung menggunkan aturan-aturan tertentu dari menerima (Input), mengolah (Proses) dan memberikan (output). Dan kita sebagai pengguna atau user komputer harus bisa mengoprasikan komputer dengan baik dan benar sesuai dengam prosedur.

Cara Mengatur Perangkat Komputer Dengan Baik Dan Benar
Cara Mengatur Perangkat Komputer Dengan Baik Dan Benar
Kita sebagai pengguna komputer juga harus bisa menempatkan peralatan perangkat komputer dengan posisi yang baik agar dalam menggunakan komputer tidak terganggu dengan benda yang ada di sekitarnya. Dan kami pada kesempatan ini akan memberikan tips bagaimana cara mengatur perangkat komputer dengan baik dan benar?. Dengan tips ini mungkin sangat bermanfaat jika kita baru membeli komputer baru dan binggung harus bagaimana menempatkan perangkat-perangkat komputer yang saling berkaitan agar terlihat rapih dan menyenangkan di saat akan atau sedang menggunakannya.

Silhkan baca juga: 5 Dasar Belajar Komputer Atau Lapotp Untuk Pemula

Untuk memulai cara mengatur perangkat komputer dengan baik dan benar, maka kami akan memberikan beberapa point yang berhubungan dengan perangkat komputer agar tertata dengan rapih. Karena perangkat komputer dapat diatur dengan sesuka kita akan tetapi dengan posisi yang baik dan juga benar dalam meletakan perangkat komputernya. Pengaturan posisi yang baik dan benar merupakan cara yang tepat untuk menghindari ketidaknyamanan, bahkan dapat menghindari gangguan kesehatan. Pengaturan tempat kerja dan posisi perangkat kerja yang baik dan benar dapat kami uraikan dibawah ini, silahkan disimak satupersatu agar tidak salah dalam penempatan perangkat komputer kita sendiri.

Berikut tips untuk mengatur perangkat komputer yang dapat kita lakukan sebagai berikut.

1. Tempat Kerja
Hal yang paling utama untuk kita perhatikan adalah dalam pengaturan tempat kerja, karena tempat kerja merupakan ruangan yang utama sebagai awal dimana kita akan meletakan komputer sebagai alat bekerja baik itu di rumah, di kantor ataupun ditempat dimana kita bekerja. Jadi dari tempat kerja ini dapat kita lakukan langkah-langkah untuk menanta perangkat komputer di tempat kerja.
  • Untuk posisi menata perangkat komputer, posisi yang paling nyaman adalah di meja
  • Aturlah meja dengan mempertimbangkan bagaimana perangkat itu akan digunakan
  • Mouse ditempatkan di posisi yang paling mudah untuk di jangkau
  • Atur pencahayaan ruang tempat kerja secara optimal mungkin
  • Buku, laporan, atau bahan cetakan lain yang dibutuhkan dalam bekerja dengan komputer, sebaiknya diletakkan didekat dengan monitor.

2. Posisi Monitor
Prosedur untuk bagian posisi monitor yang baik adalah sebagai berikut:


  • Mengatur monitor agar mata kita sama tingginya dengan tepi atas layar, sekitar 5-6 cm dibawah bagian casing monitor. Monitor yang terlalu rendah mengakibatkan leher dan pundak akan terasa nyeri bila mengguakan komputer dengan batas waktu yang lama
  • Aturlah posisi monitor sehingga jarak kita dengan monitor berkisar 50-60cm. Jika monitor terlalu dekat dapat mengakibatkan mata tegang, cepat lelah dan potensi gangguan pada penglihatan cepat atau lambat akan mengalami.
  • Atur level Brightness dan contras monitor senyaman mungkin, jangan terlalu redup, jangan terlalu terang. Ketika kondisi cahaya di rauangan kita berubah dan tidak merasa terganggu dengan cahaya, maka sesuaikan kembali brightness dan contrast monitor tersebut. Karena jika monitor warna terlalu terang akan menyebabkan mata menjadi silau, sedangkan warna yang terlalu gelap akan menyebabka mata sulit untuk membaca apa yang ditampilakan di layar monitor.
  • Bersihkan laya monitor scara periodik.

3. Posisi Keyboard
Untuk Posisi Keyboard yang baik adalah harus lebih rendah dari meja. Dimana monitor di letakkan dan lebih tinggi dari pinggang bawah kita, Letakkan keyboard di hadapan kita dan segaris dengan layar monitor untuk menghindari sakit dan tegang pada leher dab bahu kita.

Cara Mengatur Perangkat Komputer Dengan Baik Dan Benar


4. Posisi Mouse
Sedangkan untu posisi mouse tempatkanlah mouse dekan dan di permukaan yang sama dengan keyboard sehingga kita dapat meraih dan menggunakannya tanpa harus merengangkan tangan keposisi yang berbeda (jauh dari jangkauan). Pertimbangkan untuk menggunakan scroll point mouse, sehingga gerakan dilayar dapat lebih mudah dilakukan. Selain itu gunakan mouse optik untuk memperoleh gerakan kusor yang lebih presisi. Jika kita bekerja sebagai serorang grafis sebaiknya gunkanlah jenis mouse ini.
Cara Mengatur Perangkat Komputer Dengan Baik Dan Benar


5. Posisi Meja dan Kursi Komputer
Posisi yang kelima yang harus di atur adalah posisi meja dan juga posisi kursi komputer, karena meja dan kursi yang akan kita gunakan pada saat bekerja dengan komputer sangat berpengaruh terhadap kenyamanan kita sendiri. Dimana meja yang terlalu tinggi akan menyebabkan leher kita menjadi sakit sedangkan jika kursi yang tidak baik akan membuat kita tidak nyaman dan akan cepat mudah lelah.


6. Posisi Printer
Suatu printer yang menimbulkan suara yang bising dapat menganggu kenyamanan pendengaran kita, sehingga apa bila suara printer yang menimbulkan kebisingan cukup tinggi, sebaiknya kita mengurangi dalam penggunaan printer. Salah satu printer yang menggunakan sistem ink-jet dan laser mmempunyai kebisingan yang relatif rendah bilda dibandingkan dengan printer sistem dot matrix. Bila kita mau menggunakan printer yang suara bisingnya cukup rendah, gunakanlah jenis lasert perinter.

Cara Mengatur Perangkat Komputer Dengan Baik Dan Benar
Itulah tips singkat tengang Cara Mengatur Perangkat Komputer Dengan Baik Dan Benar semoga memberikan manfaat dari kami dan dapat mengatur perangkat komputer yang kita miliki agar memberikan kenyamanan pada saat kita sedang bekerja menggunakan komputer.
Baca selengkapnya

Thursday, 8 June 2017

Tiga Aplikasi Raport Penilaian SMK Kurikulum 2013

Tiga Aplikasi Raport Penilaian SMK/MA Kurikulum 2013
Dari sekian banyak aplikasi pendidikan yang di tawarkan dan telah dibuat oleh para master, untuk memberikan kemudaha bagi guru di sekolah/madrasah dalam rangka melengkapi administrasi kelas tiap semesternya. Salah satu aplikasi pendidikan yang balik banyak adalah aplikasi excel pengelolaan nilai yang terdiri dari bertuk kurikulum KTSP dan kurikulum 2013 yang memang telah di sesuaikan dengan standar pendidikan di tanah air.

Tiga Aplikasi Raport Penilaian SMK/MA Kurikulum 2013

Di kesempatan ini juga kami membawa satu aplikasi excel pendidikan khusus untuk sekolah menengah kejuruan (SMK). Karena kita mengetahui bahwa aplikasi raport untuk sekolah SMK tidaklah banyak seperti tingakat jenjang SD/SMP/SMA.

Kalaupun ada raport pengolaan nilai yang berbasis KTSP dan K13 untuk SMK, tidak semua aplikasi raport dapat digunakan secara penuh, namun untuk raport yang kami share ini dapat di gunakan secara penuh guna memberikan kemudahan pengelolaan nilai raport siswa.

Kami bagikan tiga aplikasi untuk sekolah SMK yang berbasis kurikulum 2013, dari ketiga aplikasi raport SMK ini berbeda-beda antara lain Aplikasi Raport K13 V.4, Aplikasi Absensi Plus Nilai Raport K13, Aplikasi Raport K13. Dari ketiga aplikasi tersebut silahkan dipilih sesuai dengan kebutuhan sekolah SMK dimana kita mengajar.

Berikut Aplikasi Raport SMK K13 yang dapat di gunakan dan mengunduh aplikasinya dibawah ini;
Aplikasi Raport K13 V.4 Final 2016
Aplikasi Absensi Plus Nilai Raport K13
Aplikasi Raport K13

Untuk lebih lanjut mengenai aplikasi yang kami share ini bisa mengunjung Sumber aslinya di sini :
Created : Andri Sodikin
Sumber : andrisodikin.blogspot.com.

Terimkasih semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya